Jumat, 22 November 2024

Babinsa Koramil Singkohor Dukung Komitmen Bersama Wujudkan Desa Bebas BABS Demi Hidup Sehat

Babinsa Koramil 0109-06/Singkohor, Sertu Hardy Sulistyo, turut menghadiri acara bertajuk Komitmen Bersama Menuju Masyarakat Desa yang Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang diselenggarakan oleh UPTD Puskesmas Singkohor
ACEH SINGKIL, Singkohor, 21 November 2024 – Babinsa Koramil 0109-06/Singkohor, Sertu Hardy Sulistyo, turut menghadiri acara bertajuk Komitmen Bersama Menuju Masyarakat Desa yang Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang diselenggarakan oleh UPTD Puskesmas Singkohor. Acara ini berlangsung di Gedung Pertemuan Desa Lae Pinang, Kecamatan Singkohor, dengan tujuan utama menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret untuk menurunkan angka penyakit yang seringkali dipicu oleh perilaku sanitasi yang buruk, seperti diare, cacingan, dan penyakit kulit. Dengan melibatkan lintas sektor, acara ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kebersihan lingkungan dan kesehatan pribadi.

Puskesmas Singkohor memprakarsai acara ini sebagai bagian dari program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai target pembangunan kesehatan nasional, di mana perubahan perilaku masyarakat menjadi fondasi utama menuju kehidupan yang lebih sehat.

Dalam pelaksanaannya, acara ini dihadiri berbagai pihak, termasuk unsur perangkat desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta perwakilan warga Desa Lae Pinang. Kehadiran Babinsa Sertu Hardy Sulistyo memberikan warna tersendiri, karena peran aktif TNI dalam mendukung program kesehatan masyarakat menjadi bukti nyata sinergi antara institusi negara dan masyarakat sipil.

Sertu Hardy Sulistyo juga menegaskan bahwa TNI, melalui peran Babinsa, selalu siap mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Masalah sanitasi adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan langkah kecil seperti ini, kita bisa membangun lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Selain sesi penyuluhan, acara ini juga diisi dengan diskusi interaktif, di mana warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan kendala dan usulan terkait perbaikan sanitasi di desa mereka. Dalam sesi ini, banyak warga yang antusias, terutama terkait solusi praktis seperti pembangunan fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) dan pengelolaan limbah rumah tangga.

Komitmen ini diharapkan menjadi titik awal yang baik untuk perubahan perilaku masyarakat. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Desa Lae Pinang diharapkan menjadi contoh sukses dalam penerapan sanitasi total berbasis masyarakat di wilayah Kecamatan Singkohor.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kesehatan masyarakat adalah investasi jangka panjang, dan setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. (*Singkil Post)

Bagikan

Jangan lewatkan

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.