![]() |
| Babinsa Koramil 0109-07/Danau Paris, Koptu Saut Manalu, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama sejumlah tokoh agama dan pemuda Desa Napagaluh |
Komsos tersebut mengangkat tema penting: bagaimana memupuk dan menjaga nilai-nilai toleransi demi terciptanya kerukunan hidup antar sesama warga desa yang majemuk. Dalam suasana keakraban, berbagai pandangan dan pemikiran mengalir, mencerminkan kepedulian yang mendalam terhadap situasi sosial kemasyarakatan di lingkungan mereka.
Kehadiran tokoh-tokoh agama dari berbagai latar belakang kepercayaan serta para pemuda yang mewakili generasi penerus memberi warna tersendiri dalam diskusi tersebut. Mereka membahas pentingnya menjaga sikap saling menghormati antar umat beragama, menghindari konflik horizontal, serta memperkuat budaya gotong royong sebagai warisan luhur bangsa.
Koptu Saut Manalu, yang dikenal dekat dengan masyarakat, memfasilitasi jalannya obrolan yang konstruktif dan terbuka. Ia menekankan bahwa keamanan dan ketenteraman bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Ia juga mencontohkan berbagai insiden intoleransi yang terjadi di luar daerah sebagai pelajaran berharga untuk tidak terjadi di Desa Napagaluh.
Dalam forum itu, para tokoh agama menyampaikan harapan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. Sementara para pemuda menegaskan kesiapan mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga keharmonisan dan aktif membangun semangat toleransi di kalangan generasi muda, termasuk melalui kegiatan positif seperti diskusi lintas iman, olahraga bersama, dan gotong royong lintas komunitas.
Kegiatan komsos ini menjadi bukti nyata bahwa kedai kopi bukan hanya tempat bercengkerama, tetapi juga bisa menjadi ruang dialog yang membangun. Komunikasi yang terjalin di tempat sederhana itu memperlihatkan betapa pentingnya ruang-ruang pertemuan informal sebagai wadah pertukaran gagasan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Sinergi antara Babinsa, tokoh agama, dan pemuda dalam kegiatan ini diharapkan mampu menjadi contoh positif bagi desa-desa lain di wilayah Aceh Singkil dan sekitarnya. Dengan memupuk toleransi secara konsisten, masyarakat akan semakin kuat dalam menghadapi tantangan zaman dan mampu menjaga persatuan dalam keberagaman.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi, memperkuat jaringan sosial antar warga, serta menggelar kegiatan serupa secara berkala demi menciptakan desa yang rukun, damai, dan penuh semangat persaudaraan. (*Singkil Post)

