Senin, 16 Juni 2025

Kopka Efrizal Sugianto Dampingi Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 di Pulau Banyak, Wujudkan Akses Keuangan untuk Wilayah 3T

Bank Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025
ACEH SINGKIL, Pulau Banyak, 15 Juni 2025 — Komitmen menjaga kedaulatan ekonomi nasional kembali ditegaskan melalui kolaborasi strategis antara Bank Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan distribusi uang Rupiah ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) agar seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali, mendapatkan akses terhadap uang layak edar sebagai alat transaksi resmi negara.

Salah satu momen penting dalam ekspedisi ini berlangsung di Balai Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Di tengah gelombang laut yang menantang dan akses wilayah yang terbatas, semangat nasionalisme tetap berkobar. Kehadiran Kopral Kepala (Kopka) Efrizal Sugianto, Babinsa dari Koramil 0109-01/Pulau Banyak, menjadi simbol keterlibatan aktif TNI AD dalam mendukung kelancaran distribusi uang Rupiah hingga ke pelosok negeri.

Ekspedisi ini tidak hanya menjadi momentum untuk menyuplai uang baru yang layak edar, tetapi juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya merawat Rupiah sebagai simbol kedaulatan. Masyarakat di Teluk Nibung, yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan petani, menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka mendapatkan penjelasan tentang cara mengenali keaslian uang, menukarkan uang lusuh, dan memahami nilai strategis penggunaan Rupiah dalam transaksi sehari-hari.

Bank Indonesia, dalam pelaksanaannya, mengerahkan tim kas keliling yang didukung penuh oleh unsur TNI AL melalui kapal-kapal laut yang mampu menjangkau daerah terpencil. Kehadiran aparat TNI dari tiga matra — termasuk personel Koramil di darat — memperkuat sinergi distribusi logistik dan pengamanan kegiatan.

Kopka Efrizal Sugianto mengambil peran penting dalam koordinasi lokal, mulai dari pengamanan lokasi, membantu proses distribusi, hingga menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat agar kegiatan berjalan lancar. Dedikasi dan kepeduliannya terhadap wilayah binaan menjadi bagian dari wujud pengabdian prajurit TNI kepada rakyat.

Di balik ekspedisi ini tersimpan makna mendalam: menjaga Rupiah berarti menjaga identitas dan kedaulatan bangsa. Tidak hanya sebagai alat tukar, Rupiah adalah simbol persatuan dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Karena itu, keterlibatan TNI dan masyarakat dalam menjangkau wilayah 3T menjadi elemen penting dalam memperkuat kehadiran negara di seluruh pelosok Nusantara.

Dengan berakhirnya kegiatan di Teluk Nibung, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 berlanjut ke pulau-pulau lainnya di wilayah barat Indonesia. Semangat distribusi bukan semata pengiriman uang, melainkan penegasan bahwa setiap jengkal tanah air adalah bagian tak terpisahkan dari Indonesia. (*Singkil Post)

Bagikan

Jangan lewatkan

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.