ACEH SINGKIL - Upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat terus dilakukan hingga tingkat desa. Babinsa Koramil 0109-06/Singkohor, Sertu Hardy Sulistyo, menyambangi lahan pertanian milik PKK di Desa Singkohor, Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil, sebagai bagian dari pembinaan terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT), Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pendampingan Babinsa dalam mendorong masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar semakin produktif memanfaatkan lahan pekarangan sebagai lahan usaha pertanian sekaligus sumber kebutuhan pangan keluarga.
Di tengah keterbatasan lahan yang kerap menjadi tantangan bagi masyarakat pedesaan, pemanfaatan pekarangan dinilai memiliki potensi besar apabila dikelola secara optimal. Berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura dapat dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas KWT juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Sertu Hardy Sulistyo turut melihat perkembangan lahan, memberikan pendampingan serta mendorong anggota kelompok untuk menjaga semangat gotong royong dalam mengembangkan usaha pertanian berbasis pekarangan.
Pengelolaan lahan pekarangan secara produktif tidak hanya menghasilkan bahan pangan segar, tetapi juga dapat menjadi langkah sederhana dalam mengurangi ketergantungan rumah tangga terhadap pasokan pangan dari luar.
Program tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan masyarakat untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan yang tersedia menjadi sumber pangan. Jika dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, pekarangan rumah maupun lahan kelompok dapat berkembang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di tingkat keluarga dan desa.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Babinsa Koramil 0109-06/Singkohor berkomitmen mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan pertanian, pemberdayaan kelompok wanita serta peningkatan ketahanan pangan.
Sinergi antara Babinsa, PKK dan Kelompok Wanita Tani diharapkan mampu melahirkan kegiatan pertanian yang produktif, mandiri dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan lahan pekarangan bukan sekadar ruang kosong, tetapi sumber pangan dan peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Singkohor. (*Asp)

