Tampilkan postingan dengan label GOTONG ROYONG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GOTONG ROYONG. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 September 2026

Babinsa Koramil Gunung Meriah dan Pemuda Desa Bukit Harapan Gotong Royong Cat Ulang Poskamling

Babinsa Koramil Gunung Meriah dan Pemuda Desa Bukit Harapan Gotong Royong Cat Ulang Poskamling

Aceh Singkil - Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 0109-03/Gunung Meriah, Serda Syulham, bersama para pemuda Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut diwujudkan melalui pengecatan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) yang menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan desa.

Dengan penuh kekompakan, Serda Syulham bersama pemuda setempat bahu-membahu membersihkan sekaligus memperbarui tampilan Poskamling agar terlihat lebih rapi, bersih, dan nyaman digunakan. Aktivitas sederhana tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat komunikasi serta membangun kepedulian bersama terhadap fasilitas umum desa.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Gotong royong juga menjadi salah satu cara nyata untuk menumbuhkan kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Poskamling bukan sekadar bangunan tempat warga melaksanakan ronda malam. Keberadaannya menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan serta wadah untuk memperkuat kebersamaan antarwarga.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga fasilitas umum dan keamanan lingkungan semakin meningkat. Sinergi antara Babinsa dan pemuda desa juga diharapkan terus terpelihara sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan harmonis.

Kegiatan gotong royong di Desa Bukit Harapan tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga keamanan dan membangun desa tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar. Dari sebuah Poskamling yang dicat kembali, tumbuh pesan sederhana tentang pentingnya kepedulian, kebersamaan, dan semangat membangun desa secara bersama-sama. (*Asp)
Baca selengkapnya

Sabtu, 15 Agustus 2026

Keringat di Bawah Terik Matahari, TNI Bersama Warga Bangun Kekuatan Jembatan Perintis

Keringat di Bawah Terik Matahari, TNI Bersama Warga Bangun Kekuatan Jembatan Perintis

ACEH SINGKIL — Terik matahari tak menyurutkan semangat personel TNI bersama masyarakat Desa Cibubukan, Kecamatan Simpang Kanan. Dengan tenaga dan kekompakan yang terus terjaga, personel Kodim 0109/Aceh Singkil, Yon TP 957/LU, dan masyarakat bahu-membahu melaksanakan pengecoran abutmen pegangan blok angkur tepi di sekitar Jembatan Perintis, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Di tengah panas yang menyengat, para personel dan warga tetap bekerja tanpa mengenal lelah. Material bangunan diangkut, diolah, kemudian dituangkan secara bergotong royong untuk memperkuat bagian abutmen jembatan.

Pengecoran abutmen menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan dan penguatan struktur jembatan. Pekerjaan ini membutuhkan ketelitian, tenaga, serta kekompakan agar konstruksi yang dihasilkan mampu memberikan dukungan yang kuat dan aman bagi keberadaan Jembatan Perintis.

Semangat gotong royong terlihat jelas dalam setiap tahapan pekerjaan. Tidak ada sekat antara personel TNI dan masyarakat. Semua mengambil bagian sesuai kemampuan, menciptakan suasana kerja yang solid sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.

Bagi masyarakat Desa Cibubukan, keberadaan Jembatan Perintis memiliki arti penting dalam menunjang aktivitas dan mobilitas sehari-hari. Karena itu, proses pengerjaan jembatan mendapat dukungan penuh dari warga yang turut terlibat secara langsung.

Panas matahari menjadi saksi bagaimana kebersamaan mampu mengubah pekerjaan berat menjadi lebih ringan. Keringat yang jatuh di lokasi pengecoran menjadi gambaran nyata semangat pengabdian, kepedulian, dan gotong royong dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang material dan konstruksi, tetapi juga tentang kekuatan kebersamaan. Ketika TNI dan masyarakat bergerak dalam satu semangat, pekerjaan yang berat pun dapat diselesaikan dengan penuh ketekunan demi kepentingan bersama. (*SP)
Baca selengkapnya

Selasa, 11 Agustus 2026

Jembatan Perintis Desa Serasah Terus Dikebut, Pemasangan Mal Angkur Jadi Tahap Penting Penguatan Struktur

Jembatan Perintis Desa Serasah Terus Dikebut, Pemasangan Mal Angkur Jadi Tahap Penting Penguatan Struktur

ACEH SINGKIL – Pembangunan Jembatan Perintis yang menghubungkan Desa Cibubukan dengan Desa Serasah, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, terus menunjukkan perkembangan. Setelah melalui sejumlah tahapan pekerjaan pondasi dan pengecoran, proses pembangunan kini memasuki bagian penting berupa pemasangan mal angkur sebagai persiapan penguatan struktur jembatan, Selasa (11/8/2026).

Pemasangan mal angkur menjadi salah satu tahapan yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Bagian ini berkaitan erat dengan ketepatan posisi serta pembentukan struktur yang nantinya menjadi bagian penting dari sistem penahan jembatan.

Di tengah kondisi medan yang tidak mudah, pekerjaan tersebut terus dilakukan secara bertahap oleh personel TNI bersama masyarakat. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan jembatan yang selama ini dinantikan warga kedua desa.

Pembangunan jembatan penghubung Cibubukan-Serasah memang memiliki tantangan tersendiri. Akses menuju lokasi pekerjaan tidak mudah, sementara distribusi material membutuhkan tenaga dan waktu lebih karena sebagian material harus melewati aliran sungai menggunakan perahu sebelum dibawa menuju titik pembangunan. Kondisi tersebut sebelumnya juga menjadi bagian dari tahapan awal pembangunan jembatan.

Kini, setelah material berhasil didistribusikan dan pekerjaan pondasi mulai terbentuk, fokus pekerjaan bergeser pada penguatan struktur. Pemasangan mal angkur menjadi tanda bahwa pembangunan terus bergerak menuju tahapan konstruksi yang semakin menentukan.

Menentukan Ketepatan Struktur

Dalam pekerjaan konstruksi jembatan, ketepatan pemasangan bagian-bagian pendukung struktur memiliki peranan penting. Mal digunakan sebagai acuan pembentukan dan penempatan bagian konstruksi agar berada pada posisi yang sesuai dengan perencanaan.

Pada pembangunan Jembatan Perintis Cibubukan-Serasah, pemasangan mal angkur menjadi salah satu pekerjaan yang membutuhkan ketelitian. Setiap bagian harus dipersiapkan dengan baik sebelum pekerjaan konstruksi berikutnya dilanjutkan.

Tahapan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga membutuhkan ketelitian agar setiap bagian struktur dapat terpasang secara tepat.

Sebelumnya, pembangunan jembatan telah memasuki pekerjaan pondasi dan pengecoran tiang. Perkembangan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk struktur utama jembatan yang nantinya akan menghubungkan dua wilayah yang selama ini dipisahkan oleh aliran sungai. (*SP)
Baca selengkapnya

Rabu, 05 Agustus 2026

Penuh Semangat, Prajurit Seberangkan Karung Sirtu Menggunakan Perahu Mesin Bangun Jembatan Perintis

Penuh Semangat, Prajurit Seberangkan Karung Sirtu Menggunakan Perahu Mesin Bangun Jembatan Perintis

ACEH SINGKIL – Semangat gotong royong dan dedikasi prajurit TNI kembali terlihat dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Singkil. Personel Kodim 0109/Aceh Singkil bersama prajurit Yon TP 957/LU bahu-membahu menyeberangkan material bangunan jembatan perintis berupa pasir dan batu (sirtu) yang telah dikemas menggunakan karung, lalu diangkut dengan perahu mesin menuju lokasi pembangunan, Rabu (5/8/2026).

Aktivitas tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan perintis yang diharapkan mampu membuka akses transportasi masyarakat. Medan yang sulit dijangkau kendaraan darat membuat jalur sungai menjadi satu-satunya pilihan untuk mendistribusikan material konstruksi.

Sejak pagi, para personel TNI telah bekerja secara bergantian mengangkat karung-karung berisi sirtu dari titik penampungan menuju perahu mesin. Material kemudian disusun secara rapi agar tetap seimbang selama proses penyeberangan. Setibanya di seberang sungai, seluruh muatan kembali dipikul secara manual menuju lokasi pembangunan jembatan.

Pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga ekstra mengingat berat setiap karung serta kondisi medan yang licin dan menantang. Meski demikian, semangat para prajurit tidak surut. Kekompakan antarpersonel terlihat dalam setiap proses pemindahan material, mulai dari pengangkutan, penyeberangan hingga pembongkaran.

Penyeberangan material menggunakan perahu mesin menjadi solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan akses menuju lokasi pembangunan. Cara ini dinilai mampu menjaga kelancaran distribusi material sehingga pekerjaan pembangunan jembatan tetap berjalan sesuai target.

Keberadaan jembatan perintis nantinya diharapkan menjadi penghubung penting bagi masyarakat yang selama ini harus melewati jalur sungai atau memutar dengan jarak yang lebih jauh. Infrastruktur tersebut diyakini akan memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pedalaman.

Keterlibatan personel Kodim 0109/Aceh Singkil bersama Yon TP 957/LU menunjukkan bahwa TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan negara, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan di daerah. Melalui karya nyata di lapangan, prajurit membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi masyarakat, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.

Sinergi yang terjalin selama proses pembangunan menjadi gambaran kuat tentang semangat kebersamaan dalam mewujudkan pemerataan pembangunan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan harapan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

Dengan terus berlangsungnya distribusi material, pembangunan jembatan perintis diharapkan dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Akses yang semakin baik diyakini akan membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan, mempercepat konektivitas antarwilayah, serta memperkuat roda perekonomian masyarakat pedalaman Aceh Singkil. (*SP)
Baca selengkapnya

Selasa, 04 Agustus 2026

Personel TNI Bersama Warga Rawat Jembatan Aramco, Besi Kupingan Dicat Demi Keselamatan Pengguna Jalan

Personel TNI Bersama Warga Rawat Jembatan Aramco, Besi Kupingan Dicat Demi Keselamatan Pengguna Jalan

Aceh Singkil – Semangat gotong royong kembali terlihat di Kabupaten Aceh Singkil. Personel Kodim 0109/Aceh Singkil bersama prajurit Yon TP 597/LU dan masyarakat bahu-membahu melaksanakan pengecatan besi kupingan Jembatan Aramco yang berada di Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga infrastruktur agar tetap kokoh, aman, dan memiliki nilai estetika. Sejak pagi hari, personel TNI dan masyarakat telah berkumpul dengan membawa perlengkapan kerja. Proses pengecatan dilakukan secara bertahap pada bagian besi kupingan jembatan yang selama ini menjadi salah satu penyangga sekaligus pelindung konstruksi.

Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai jalannya pekerjaan. Prajurit TNI dan warga saling berbagi tugas, mulai dari membersihkan permukaan besi, mengamplas bagian yang mulai berkarat, hingga melakukan pengecatan secara merata agar hasilnya lebih maksimal dan tahan lama.

Jembatan Aramco merupakan salah satu akses penting yang setiap hari dilintasi masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas antardesa. Kondisi jembatan yang terawat menjadi kebutuhan bersama karena berperan besar dalam memperlancar konektivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Singkil Utara.

Kolaborasi antara Kodim 0109/Aceh Singkil, Yon TP 597/LU, dan masyarakat menunjukkan bahwa pemeliharaan fasilitas umum tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat menjadi wujud nyata pengabdian sekaligus mempererat hubungan antara aparat dengan warga.

Pengecatan dilakukan dengan memperhatikan kualitas pekerjaan agar lapisan cat mampu melindungi besi dari pengaruh cuaca dan korosi. Selain memperpanjang usia konstruksi, tampilan jembatan juga menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman dipandang oleh setiap pengguna jalan.

Warga yang ikut bergotong royong tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kebersamaan yang terjalin mencerminkan budaya gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Aceh Singkil. Semangat saling membantu tersebut menjadi modal penting dalam menjaga berbagai fasilitas umum agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Bagi Kodim 0109/Aceh Singkil, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang terus dilakukan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran prajurit di lapangan tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kepentingan sosial kemasyarakatan.

Sinergi yang terbangun bersama Yon TP 597/LU semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam menyelesaikan pekerjaan. Dengan mengedepankan kerja sama, setiap tahapan pengecatan dapat diselesaikan secara efektif dan penuh rasa tanggung jawab.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum semakin meningkat. Infrastruktur yang terawat tidak hanya memberikan rasa aman bagi pengguna jalan, tetapi juga mencerminkan kepedulian seluruh elemen terhadap aset yang dimiliki bersama.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI dan masyarakat di Jembatan Aramco menjadi gambaran bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam membangun daerah. Ketika aparat dan masyarakat bergerak bersama, berbagai pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, sekaligus memperkuat persatuan serta kepedulian terhadap lingkungan di Kabupaten Aceh Singkil. (*SP)
Baca selengkapnya

Senin, 03 Agustus 2026

Gotong Royong Jadi Kekuatan Warga Siompin, Babinsa Koramil Suro Makmur Hadir Wujudkan Akses Air yang Lebih Baik

Gotong Royong Jadi Kekuatan Warga Siompin, Babinsa Koramil Suro Makmur Hadir Wujudkan Akses Air yang Lebih Baik

ACEH SINGKIL – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat kembali terlihat di Desa Siompin, Kecamatan Suro Makmur. Babinsa Koramil 0109-08/Suro Makmur, Koptu Wage, bersama warga setempat melaksanakan kegiatan gotong royong pemasangan tower dan tandon penampungan air sebagai upaya mendukung ketersediaan sarana air bagi masyarakat, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan. Sejak pagi, Babinsa bersama warga bahu-membahu mempersiapkan berbagai kebutuhan pemasangan, mulai dari menyiapkan lokasi, merakit rangka tower, hingga melakukan pemasangan tandon penampungan air agar dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata peran TNI di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga ikut membantu mengatasi berbagai kebutuhan dasar warga melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Dengan penuh semangat, Koptu Wage bersama warga saling membantu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Tidak terlihat adanya jarak antara aparat dan masyarakat, seluruh proses dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan nilai gotong royong yang menjadi budaya masyarakat Indonesia.

Pembangunan sarana penampungan air ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi warga Desa Siompin, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Keberadaan tower dan tandon tersebut akan membantu sistem penyimpanan dan pendistribusian air agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.

Melalui kegiatan gotong royong ini, hubungan antara Babinsa dan masyarakat semakin erat. Babinsa tidak hanya hadir sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang turut merasakan dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di lingkungan binaannya.

Koptu Wage menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Menurutnya, pembangunan fasilitas masyarakat akan lebih cepat dan mudah terlaksana apabila dilakukan dengan kerja sama serta semangat kebersamaan.

"Gotong royong merupakan kekuatan utama dalam membangun desa. Dengan kebersamaan antara Babinsa dan warga, berbagai kebutuhan masyarakat dapat kita selesaikan bersama," menjadi semangat yang terus dikembangkan dalam setiap kegiatan di wilayah binaan.

Warga Desa Siompin juga menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka merasa terbantu dengan adanya perhatian dan pendampingan dari Babinsa Koramil 0109-08/Suro Makmur yang selalu hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Selain membantu pembangunan fasilitas umum, kegiatan gotong royong seperti ini juga memperkuat rasa persatuan dan kepedulian antarwarga. Interaksi langsung antara Babinsa dan masyarakat menjadi sarana membangun komunikasi yang baik serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pemasangan tower dan tandon penampungan air di Desa Siompin menjadi salah satu contoh nyata bahwa kerja sama antara aparat dan masyarakat mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan warga. Semangat gotong royong yang terus dijaga diharapkan dapat menjadi modal penting dalam mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Suro Makmur ke depan. (*SP)
Baca selengkapnya

Minggu, 02 Agustus 2026

Gotong Royong TNI dan Masyarakat Berbuah Hasil, Dua Jembatan Beton Bantuan Presiden Prabowo Subianto di Takal Pasir Singkil Telah Rampung

Gotong Royong TNI dan Masyarakat Berbuah Hasil, Dua Jembatan Beton Bantuan Presiden Prabowo Subianto di Takal Pasir Singkil Telah Rampung

ACEH SINGKIL – Harapan masyarakat Desa Takal Pasir, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, untuk memiliki akses penghubung yang lebih layak kini terwujud. Dua unit jembatan beton yang menjadi bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah rampung dibangun dan siap dimanfaatkan oleh warga, Minggu (2/8/2026).

Pembangunan dua infrastruktur tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh personel TNI dari Kodim 0109/Aceh Singkil bersama prajurit Yon TP 957/LU serta masyarakat setempat. Kehadiran jembatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan rakyat dalam menghadirkan solusi bagi kebutuhan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Dua jembatan beton tersebut dibangun pada titik yang memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat, yakni akses menuju kawasan perkebunan warga Desa Takal Pasir serta akses menuju Pondok Pesantren Darul Mahabbah yang berada di depan Posko MPTTI Desa Takal Pasir.

Sebelumnya, kondisi akses tersebut menjadi salah satu kendala bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Jalur yang belum memadai membuat mobilitas warga, pengangkutan hasil perkebunan, hingga akses menuju fasilitas pendidikan dan keagamaan menjadi kurang optimal.

Dengan selesainya pembangunan jembatan beton ini, masyarakat kini mendapatkan jalur penghubung yang lebih aman, kuat, dan nyaman untuk dilalui. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Singkil.

Proses pembangunan tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis personel TNI, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat melalui semangat gotong royong. Kebersamaan antara prajurit dan warga terlihat sejak tahap awal pekerjaan hingga penyelesaian pembangunan.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan tersebut. Warga turut membantu berbagai pekerjaan di lapangan sehingga proses pembangunan berjalan dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan.

Pembangunan dua jembatan beton ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di daerah yang membutuhkan peningkatan infrastruktur dasar.

Melalui pembangunan fasilitas penghubung ini, keberadaan TNI tidak hanya terlihat dalam tugas pertahanan negara, tetapi juga melalui peran sosial dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

Bagi warga Desa Takal Pasir, hadirnya jembatan baru tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan menjadi jalan baru bagi peningkatan kesejahteraan. Akses yang lebih mudah diharapkan membuka peluang ekonomi yang lebih luas, memperlancar aktivitas pertanian dan perkebunan, serta mendukung kegiatan pendidikan bagi generasi muda.

Sinergi antara Kodim 0109/Aceh Singkil, Yon TP 957/LU, dan masyarakat menjadi gambaran kuat bahwa pembangunan dapat berjalan lebih cepat ketika seluruh elemen bersatu.

Rampungnya dua unit jembatan beton di Desa Takal Pasir menjadi langkah penting dalam memperkuat infrastruktur pedesaan sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat Aceh Singkil. (*SP)
Baca selengkapnya

Sabtu, 01 Agustus 2026

Babinsa Turun Tangan Bantu Warga Gunung Meriah Manfaatkan Papan Bekas untuk Bangun Rumah

Babinsa Turun Tangan Bantu Warga Gunung Meriah Manfaatkan Papan Bekas untuk Bangun Rumah

ACEH SINGKIL – Wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat kembali terlihat melalui aksi nyata Babinsa Koramil 0109-03/Gunung Meriah Sertu Suratmen. Dengan penuh semangat, ia turun langsung membantu warga Desa Blok 15, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, memilah papan-papan bekas yang masih layak digunakan sebagai material pembangunan rumah tinggal, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong bersama warga di lokasi pembangunan rumah. Sejak pagi, Sertu Suratmen tampak ikut mengangkat, membersihkan, dan memilah papan bekas agar material yang masih berkualitas dapat dimanfaatkan kembali. Langkah ini dinilai mampu menghemat biaya pembangunan sekaligus mengurangi limbah kayu yang masih memiliki nilai guna.

Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut masyarakat lebih cermat dalam memanfaatkan sumber daya, penggunaan kembali material bangunan yang masih layak menjadi solusi yang efektif. Papan-papan bekas dipilih satu per satu untuk memastikan kondisinya masih kuat sehingga aman digunakan sebagai bagian dari konstruksi rumah.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas masyarakat bukan hanya memberikan tambahan tenaga, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan. Warga yang semula bekerja secara bergantian tampak semakin antusias menyelesaikan pekerjaan karena merasakan dukungan langsung dari aparat kewilayahan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang selama ini dijalankan Babinsa. Melalui pendekatan yang humanis, Babinsa terus membangun kedekatan dengan masyarakat dengan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas sosial, mulai dari membantu pembangunan rumah, kegiatan pertanian, hingga kerja bakti di lingkungan desa. Pendekatan seperti ini merupakan salah satu bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus dipelihara melalui berbagai kegiatan nyata.

Sertu Suratmen bersama warga bekerja dengan penuh kekompakan. Material kayu yang masih layak dipisahkan dari papan yang sudah rusak agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain mempercepat proses pembangunan rumah, kegiatan tersebut juga mencerminkan budaya gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat pedesaan.

Bagi warga Desa Blok 15, bantuan tenaga dari Babinsa memberikan motivasi tersendiri. Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat dinilai mampu mempererat hubungan emosional sekaligus menjadi contoh bahwa pekerjaan berat akan terasa lebih ringan apabila dilakukan secara bersama-sama.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat tidak hanya terjalin dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam membantu mengatasi berbagai kebutuhan sosial masyarakat. Melalui aksi sederhana seperti membantu memilah papan bekas untuk pembangunan rumah, nilai kepedulian, solidaritas, dan gotong royong terus tumbuh serta menjadi kekuatan dalam membangun desa yang lebih mandiri dan sejahtera. (*SP)
Baca selengkapnya
Demi Kesejahteraan Warga, Serda S. Padang Bersama Masyarakat Sukseskan Program Sumur Bor TNI AD di Desa Bulu Sema

Demi Kesejahteraan Warga, Serda S. Padang Bersama Masyarakat Sukseskan Program Sumur Bor TNI AD di Desa Bulu Sema

ACEH SINGKIL,Suro Makmur – Kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap kesejahteraan masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata di wilayah binaan. Babinsa Koramil 0109-08/Suro Makmur Kodim 0109/Aceh Singkil, Serda S. Padang, turun langsung membantu masyarakat dalam pembangunan sumur bor sebagai sumber air bersih di Desa Bulu Sema, Kecamatan Suro Makmur, Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia yang bersinergi dengan Program TNI AD Manunggal Air, yang bertujuan menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat, khususnya di daerah yang masih mengalami keterbatasan sumber air.

Sejak awal pelaksanaan, Serda S. Padang bergabung bersama warga dengan semangat gotong royong. Kebersamaan terlihat dalam setiap proses pekerjaan, mulai dari persiapan lokasi, membantu proses pengeboran hingga penyelesaian sarana pendukung agar sumur dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga menjadi penyemangat bagi warga untuk terus menjaga budaya gotong royong dalam membangun desa. Semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pembangunan sumur bor ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan air bersih warga untuk keperluan rumah tangga, meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, serta mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. Akses air bersih yang lebih mudah juga akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Bulu Sema.

Melalui pendampingan yang dilakukan Babinsa, TNI AD terus menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan rakyat. Tidak hanya menjalankan tugas pembinaan teritorial, Babinsa juga menjadi penggerak pembangunan yang mampu mempererat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat.

Semangat pengabdian yang ditunjukkan Serda S. Padang menjadi cerminan bahwa TNI AD selalu hadir bersama rakyat dalam setiap upaya mewujudkan pembangunan yang merata hingga ke pelosok negeri. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, cita-cita menghadirkan kehidupan yang lebih sehat, maju, dan sejahtera bagi seluruh warga akan semakin mudah diwujudkan. (*SP)
Baca selengkapnya
Prajurit TNI Gotong Royong Runtuhkan Pondasi Lama Jembatan Perintis Cibubukan, Tahapan Awal Pembangunan Infrastruktur Baru

Prajurit TNI Gotong Royong Runtuhkan Pondasi Lama Jembatan Perintis Cibubukan, Tahapan Awal Pembangunan Infrastruktur Baru

ACEH SINGKIL — Suara dentuman alat sederhana terdengar di lokasi pembangunan Jembatan Perintis Desa Cibubukan, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil. Di tengah medan yang penuh tantangan, personel Kodim 0109/Aceh Singkil bersama prajurit Yon TP 597/LU bergotong royong melakukan peruntuhan pondasi lama jembatan secara manual menggunakan bogem dan linggis, Sabtu (1/8/2026).

Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari tahapan awal penataan ulang konstruksi jembatan perintis yang nantinya diharapkan mampu menghadirkan akses transportasi yang lebih aman dan mudah bagi masyarakat.

Dengan mengandalkan tenaga dan kekompakan tim, para prajurit secara perlahan membongkar bagian pondasi lama yang sudah tidak lagi digunakan. Setiap pukulan bogem dan dorongan linggis dilakukan secara hati-hati untuk memastikan material lama dapat dilepas tanpa mengganggu struktur sekitar lokasi pembangunan.

Proses pembongkaran secara manual dipilih menyesuaikan kondisi lapangan yang memiliki keterbatasan ruang kerja serta mempertimbangkan keamanan selama tahapan pekerjaan berlangsung.

Prajurit TNI bersama masyarakat menunjukkan semangat gotong royong dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan penting warga setempat. Sebelumnya, pembangunan jembatan penghubung Cibubukan dan Serasah memang mendapat perhatian karena keberadaannya sangat dibutuhkan untuk memperlancar aktivitas warga di wilayah Kecamatan Simpang Kanan.

Kerja Keras Demi Akses Warga

Teriknya matahari dan beratnya pekerjaan tidak menyurutkan langkah para personel di lapangan. Dengan perlengkapan sederhana, mereka terus bekerja memastikan pondasi lama dapat dibersihkan sehingga pembangunan tahap berikutnya bisa berjalan sesuai rencana.

Jembatan perintis tersebut bukan hanya sekadar bangunan penghubung, tetapi menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. Keberadaan jembatan diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta membuka akses yang lebih baik menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan masyarakat.

Dalam proses pembangunan sebelumnya, personel Kodim 0109/Aceh Singkil, Yon TP 597/LU, dan masyarakat juga terlibat dalam berbagai tahapan pekerjaan secara gotong royong, mulai dari pengangkutan material hingga pengerjaan bagian konstruksi jembatan.

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Kekuatan Utama

Keterlibatan personel TNI dalam pembangunan infrastruktur pedesaan menjadi gambaran nyata sinergi antara aparat dan masyarakat. Tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, prajurit juga hadir membantu mempercepat pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Semangat kebersamaan terlihat dari setiap tahapan pekerjaan. Mulai dari membersihkan area pembangunan, memindahkan material, hingga membongkar bagian konstruksi lama, seluruh proses dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan kekompakan.

Peruntuhan pondasi lama menggunakan tenaga manual menjadi salah satu bukti bahwa keterbatasan peralatan tidak menjadi penghalang untuk menyelesaikan pekerjaan yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.

Menuju Infrastruktur yang Lebih Baik

Pembangunan Jembatan Perintis Cibubukan menjadi bagian dari upaya membuka akses antarwilayah yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat. Dengan adanya jembatan yang lebih layak, warga berharap aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih lancar.

Bagi masyarakat setempat, jembatan tersebut memiliki arti besar karena berkaitan langsung dengan perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, lahan pertanian, hingga berbagai kebutuhan sosial lainnya.

Melalui kerja bersama antara TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan ini diharapkan dapat selesai sesuai target serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan personel Kodim 0109/Aceh Singkil dan Yon TP 597/LU menjadi gambaran bahwa pembangunan bukan hanya tentang menghadirkan sebuah bangunan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan harapan dan kemudahan bagi kehidupan masyarakat. (*SP)
Baca selengkapnya

Jumat, 31 Juli 2026

Jembatan Aramco Kian Rampung, Personel TNI Mulai Rakit Besi Baja Lantai

Jembatan Aramco Kian Rampung, Personel TNI Mulai Rakit Besi Baja Lantai

ACEH SINGKIL – Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Ketapang Indah kini memasuki tahap penting berupa pemasangan rangkaian besi baja untuk konstruksi lantai jembatan. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh personel TNI dari Kodim 0109/Aceh Singkil bersama Batalyon Teritorial Pembangunan atau Yon TP 597/LU, Jumat (31/7/2026).

Tahap pemasangan rangka baja menjadi bagian utama dalam pembentukan struktur lantai jembatan. Rangkaian besi tersebut berfungsi sebagai penopang beban sekaligus memperkuat konstruksi sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Personel TNI terlihat bekerja secara terkoordinasi dalam menyiapkan, mengangkat, menyusun, dan memasang setiap bagian rangka baja. Pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan ketepatan posisi serta kekuatan sambungan agar struktur jembatan dapat berdiri stabil dan aman.

Proses pemasangan membutuhkan ketelitian tinggi karena setiap bagian rangka harus tersusun sesuai dengan perencanaan konstruksi. Penempatan rangka yang tepat akan menentukan kekuatan lantai jembatan saat digunakan oleh masyarakat dan kendaraan.

Keterlibatan Kodim 0109/Aceh Singkil dan Yon TP 597/LU mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat Desa Ketapang Indah. Pengerjaan dilakukan melalui pembagian tugas yang terukur, mulai dari persiapan material, pengaturan lokasi kerja, hingga pemasangan komponen baja.

Pembangunan Jembatan Aramco memiliki nilai strategis bagi mobilitas warga. Keberadaan jembatan diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat menuju kawasan permukiman, lahan pertanian, pusat pelayanan publik, serta lokasi kegiatan ekonomi lainnya.

Selama ini, kondisi akses yang terbatas dapat memengaruhi waktu tempuh dan kelancaran pengangkutan hasil produksi masyarakat. Jembatan yang lebih kuat dan layak diharapkan mampu mendukung pergerakan orang maupun barang secara lebih aman dan efisien.

Akses transportasi yang baik juga berperan dalam memperkuat hubungan antarkawasan. Masyarakat akan lebih mudah menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, dan pusat pemerintahan.

Tahap pemasangan rangka baja menunjukkan bahwa pembangunan Jembatan Aramco terus mengalami kemajuan. Setelah struktur rangka lantai selesai, pekerjaan dapat dilanjutkan sesuai urutan teknis pembangunan hingga jembatan siap dimanfaatkan.

Selain memperkuat konektivitas, pembangunan jembatan ini mencerminkan kontribusi TNI dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah. Personel tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga terlibat dalam kegiatan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Sinergi antara Kodim 0109/Aceh Singkil dan Yon TP 597/LU menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pekerjaan. Koordinasi diperlukan untuk memastikan setiap proses berjalan efektif, aman, dan sesuai dengan target pembangunan.

Keselamatan kerja tetap menjadi perhatian selama proses pemasangan rangka baja berlangsung. Personel harus memastikan kondisi peralatan, posisi material, kekuatan sambungan, serta keamanan area kerja sebelum memulai setiap tahapan pemasangan.

Pembangunan Jembatan Aramco diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi Desa Ketapang Indah. Infrastruktur tersebut dapat membuka akses yang lebih luas, mempercepat distribusi hasil pertanian, meningkatkan aktivitas perdagangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Jembatan ini juga diharapkan mampu mengurangi hambatan mobilitas saat masyarakat membawa kebutuhan pokok maupun hasil produksi. Jalur yang lebih baik dapat menekan waktu perjalanan dan meningkatkan keamanan pengguna jalan.

Kemajuan pembangunan menjadi harapan baru bagi warga yang membutuhkan sarana penghubung yang kuat dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Keberadaan jembatan bukan hanya menjadi fasilitas transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan di wilayah Aceh Singkil.

Dengan dimulainya pemasangan rangkaian besi baja untuk lantai jembatan, pembangunan Jembatan Aramco kini memasuki salah satu tahapan paling menentukan. Kodim 0109/Aceh Singkil bersama Yon TP 597/LU terus melanjutkan pekerjaan agar infrastruktur tersebut dapat segera mendukung mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat Desa Ketapang Indah. (*SP)
Baca selengkapnya

Kamis, 30 Juli 2026

Jembatan Perintis Harapan Warga Cibubukan–Serasah Mulai Dibangun, TNI dan Masyarakat Tak Gentar Hadapi Medan Sulit dan Akses Terbatas

Jembatan Perintis Harapan Warga Cibubukan–Serasah Mulai Dibangun, TNI dan Masyarakat Tak Gentar Hadapi Medan Sulit dan Akses Terbatas

ACEH SINGKIL – Medan yang berat, akses yang terbatas, serta tantangan alam tidak sedikit pun mengurangi semangat kebersamaan personel TNI dari Kodim 0109/Aceh Singkil, prajurit Yon TP 597/LU, dan masyarakat dalam membangun jembatan perintis yang menghubungkan Desa Cibubukan dengan Desa Serasah, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, Kamis (30/7/2026).

Sejak dimulainya proses pembangunan, seluruh personel bersama warga bahu-membahu memindahkan material bangunan menuju lokasi pekerjaan. Beratnya medan memaksa material tidak dapat diangkut menggunakan kendaraan. Sebagai solusi, pasir dimasukkan ke dalam karung, kemudian dibawa menggunakan perahu menyeberangi sungai sebelum kembali dipikul secara manual menuju titik pembangunan.

Pemandangan tersebut menjadi potret nyata semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat. Prajurit TNI dan warga bekerja tanpa mengenal lelah, saling membantu mengangkat karung demi karung berisi material bangunan. Setiap langkah yang ditempuh di jalur berlumpur dan licin menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang ketika tujuan bersama ingin diwujudkan.

Proses distribusi material menjadi salah satu tahapan paling menantang dalam pembangunan jembatan tersebut. Selain harus mengandalkan transportasi perahu untuk menyeberangi sungai, material yang telah tiba di seberang kembali dipikul melewati jalur yang cukup sulit dijangkau. Kondisi itu menuntut tenaga ekstra sekaligus kekompakan seluruh personel agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana. Pembangunan jembatan ini memang diawali dengan pengangkutan material menggunakan karung dan perahu karena akses menuju lokasi masih sangat terbatas.

Meski dihadapkan pada tantangan tersebut, tidak terlihat raut lelah yang berlebihan dari para personel maupun masyarakat. Sebaliknya, suasana penuh semangat dan kebersamaan terus mewarnai setiap tahapan pekerjaan. Kehadiran warga dari kedua desa menjadi bukti bahwa pembangunan jembatan ini bukan hanya menjadi program pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi harapan besar bagi masa depan masyarakat.

Jembatan perintis yang sedang dibangun diyakini akan membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat Desa Cibubukan dan Desa Serasah. Selama ini keterbatasan akses transportasi membuat aktivitas masyarakat bergantung pada penyeberangan sungai menggunakan perahu. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga memengaruhi akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Keberadaan jembatan nantinya diharapkan mampu menghadirkan akses yang lebih aman dan efisien bagi masyarakat. Anak-anak sekolah tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada transportasi sungai, masyarakat lebih mudah menuju pusat pelayanan kesehatan, sementara hasil pertanian dapat dipasarkan dengan lebih cepat sehingga berdampak terhadap peningkatan perekonomian warga. Harapan tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan jembatan yang menjadi akses vital bagi kedua desa.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan personel Kodim 0109/Aceh Singkil, Yon TP 597/LU, dan masyarakat menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat. Tidak ada sekat dalam setiap proses pekerjaan. Semua pihak mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing demi mempercepat penyelesaian pembangunan yang telah lama dinantikan warga.

Kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan juga memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh material dan peralatan, tetapi juga oleh kekuatan solidaritas serta kepedulian bersama. Di tengah berbagai keterbatasan, semangat saling membantu menjadi modal utama untuk menyelesaikan pekerjaan yang penuh tantangan.

Pembangunan jembatan perintis ini sekaligus menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Kecamatan Simpang Kanan. Harapan agar keterisolasian perlahan berakhir, mobilitas masyarakat semakin lancar, roda perekonomian desa tumbuh lebih baik, dan kualitas hidup masyarakat meningkat seiring terbukanya akses penghubung antara Desa Cibubukan dan Desa Serasah.

Di balik setiap karung material yang dipikul dan setiap perjalanan perahu yang menyeberangi sungai, tersimpan semangat pengabdian, kepedulian, serta nilai luhur gotong royong yang terus dijaga. Kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan jembatan perintis yang kelak tidak hanya menghubungkan dua desa, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik. (*SP)
Baca selengkapnya

Rabu, 29 Juli 2026

Percepat Akses Masyarakat, Personel TNI dan Warga Lanjutkan Pemasangan Besi Kupingan

Percepat Akses Masyarakat, Personel TNI dan Warga Lanjutkan Pemasangan Besi Kupingan

ACEH SINGKIL – Pembangunan jembatan beton di Desa Takal Pasir, Kabupaten Aceh Singkil, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Memasuki tahapan pemasangan besi bulat untuk kupingan jembatan, proses pekerjaan berlangsung dengan semangat kebersamaan yang melibatkan personel Kodim 0109/Aceh Singkil, prajurit Yon TP 597/LU, serta masyarakat setempat, Rabu (29/7/2026).

Sejak pagi, personel TNI dan warga tampak bekerja berdampingan di lokasi pembangunan. Mereka saling berbagi tugas, mulai dari menyiapkan material, mengukur kebutuhan konstruksi, hingga merangkai besi yang akan menjadi bagian penting dari struktur kupingan jembatan. Suasana gotong royong terlihat begitu kuat, mencerminkan sinergi yang telah terbangun selama proses pembangunan berlangsung.

Pemasangan besi bulat pada kupingan jembatan merupakan salah satu tahapan penting dalam konstruksi. Bagian tersebut berfungsi memperkuat sisi jembatan agar mampu menopang struktur secara optimal sekaligus melindungi pengguna jembatan dari resiko jatuh. Tahapan ini menjadi penentu sebelum pekerjaan dilanjutkan ke proses pengecoran.

Kekompakan antara personel Kodim 0109/Aceh Singkil, Yon TP 597/LU, dan masyarakat menjadi pemandangan yang menarik di lokasi pembangunan. Tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, seluruh pekerjaan juga dibangun di atas semangat kebersamaan. Kolaborasi tersebut membuat setiap tahapan dapat berjalan lebih cepat tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.

Pembangunan jembatan ini diharapkan menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang lebih aman dan nyaman. Selama ini, mobilitas warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian, menuju fasilitas pendidikan, serta mengakses layanan kesehatan, sangat bergantung pada kondisi infrastruktur penghubung antarwilayah.

Dengan hadirnya jembatan beton yang lebih kokoh, aktivitas masyarakat diyakini akan semakin lancar. Selain mempermudah distribusi hasil perkebunan dan pertanian, keberadaan jembatan juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui peningkatan konektivitas antarwilayah.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI bersama masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Setiap proses dikerjakan dengan penuh ketelitian agar jembatan yang dibangun memiliki kualitas yang baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Pengerjaan yang kini memasuki tahap pemasangan besi kupingan menunjukkan bahwa pembangunan terus bergerak sesuai target. Apabila seluruh tahapan berjalan lancar, jembatan beton di Desa Takal Pasir akan segera memasuki proses pengecoran dan penyelesaian akhir sebelum dapat digunakan oleh masyarakat.

Kolaborasi antara Kodim 0109/Aceh Singkil, Yon TP 597/LU, dan warga Desa Takal Pasir menjadi gambaran nyata bagaimana semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah. Kebersamaan tersebut diharapkan terus terpelihara hingga seluruh proses pembangunan selesai, sehingga jembatan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi penunjang peningkatan kesejahteraan warga di wilayah tersebut. (*SP)
Baca selengkapnya

Senin, 27 Juli 2026

Pembangunan Jembatan Aramco Resmi Dimulai, Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Pembongkaran Pondasi Lama

Pembangunan Jembatan Aramco Resmi Dimulai, Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Pembongkaran Pondasi Lama

ACEH SINGKIL – Semangat kebersamaan kembali terlihat dalam pelaksanaan progres pembangunan di Kabupaten Aceh Singkil. Personel Kodim 0109/Aceh Singkil bersama prajurit Yon TP 597/LU dan masyarakat memulai progres pembangunan Jembatan Aramco yang berada di Desa Ketapang Indah dengan melaksanakan pembongkaran bangunan dasar jembatan yang telah mengalami kerusakan, Senin (27/7/2026).

Sejak pagi hari, personel TNI dan warga turun langsung ke lokasi. Dengan menggunakan peralatan sederhana hingga alat berat yang tersedia, mereka bergotong royong membongkar pondasi lama yang selama ini dinilai sudah tidak layak dipertahankan karena mengalami kerusakan pada sejumlah bagian konstruksi.

Tahap pembongkaran menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum proses pembangunan jembatan baru dilaksanakan. Seluruh material lama yang sudah rapuh dibersihkan agar proses pembangunan pondasi baru dapat dilakukan sesuai dengan standar konstruksi yang telah direncanakan.

Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat. Prajurit TNI dan masyarakat tampak saling bahu-membahu mengangkat material bekas pembongkaran, membersihkan area kerja, hingga menyiapkan lokasi untuk tahap pembangunan berikutnya. Kebersamaan yang terjalin mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat Aceh Singkil.

Pembangunan Jembatan Aramco diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan akses transportasi masyarakat Desa Ketapang Indah. Selama ini kondisi jembatan yang telah rusak menjadi kendala bagi aktivitas warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian, perkebunan, maupun menunjang mobilitas sehari-hari.

Melalui sinergi antara TNI dan masyarakat, pekerjaan yang membutuhkan tenaga besar dapat diselesaikan secara bertahap. Kekompakan yang terbangun di lapangan juga menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur akan lebih cepat terwujud apabila seluruh elemen saling mendukung dan bekerja bersama.

Progres tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran personel Kodim 0109/Aceh Singkil dan Yon TP 597/LU di tengah masyarakat memberikan motivasi sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

Warga Desa Ketapang Indah menyambut antusias dimulainya pembangunan jembatan tersebut. Mereka secara sukarela ikut terlibat dalam setiap tahapan pekerjaan sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas umum yang nantinya akan dimanfaatkan bersama.

Apabila pembangunan berjalan sesuai rencana, Jembatan Aramco akan menjadi jalur penghubung yang lebih aman, kokoh, dan mampu meningkatkan kelancaran aktivitas ekonomi maupun sosial masyarakat. Keberadaan jembatan baru juga diharapkan dapat mempercepat akses pelayanan, pendidikan, serta memperlancar distribusi hasil produksi warga menuju pusat-pusat perekonomian.

Dengan dimulainya proses pembongkaran pondasi lama, pembangunan Jembatan Aramco resmi memasuki tahapan awal. Semangat gotong royong yang diperlihatkan personel Kodim 0109/Aceh Singkil, Yon TP 597/LU, dan masyarakat menjadi modal utama untuk mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi kemajuan Desa Ketapang Indah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. (*SP)
Baca selengkapnya

Minggu, 26 Juli 2026

Babinsa Pimpin Gotong Royong Pembuatan Sumur Bor, Warga Desa Siompin Kini Miliki Harapan Baru Air Bersih

Babinsa Pimpin Gotong Royong Pembuatan Sumur Bor, Warga Desa Siompin Kini Miliki Harapan Baru Air Bersih

ACEH SINGKIL – Semangat gotong royong kembali terlihat di Desa Siompin, Kecamatan Suro Makmur, Kabupaten Aceh Singkil. Babinsa Koramil 0109-08/Suro Makmur, Koptu Wage, turun langsung ke lapangan bersama masyarakat untuk membantu proses pembuatan sumur bor sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat dalam memperoleh sumber air bersih, terutama saat musim kemarau ketika debit air di sejumlah sumber alami mulai berkurang. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga ikut terlibat dalam setiap tahapan pekerjaan agar proses pembuatan sumur bor dapat berjalan dengan lancar.

Sejak pagi, warga bersama Babinsa bergotong royong menyiapkan lokasi pengeboran, mengangkat material, hingga membantu pemasangan peralatan. Kebersamaan itu mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat pedesaan.

Pembuatan sumur bor diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Siompin. Selama ini, sebagian warga harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan air layak konsumsi, terutama ketika sumber mata air mengalami penyusutan akibat cuaca yang berkepanjangan.

Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari tugas pembinaan teritorial yang bertujuan membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat di wilayah binaannya. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, aparat kewilayahan juga aktif mendukung berbagai kegiatan sosial yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

Kegiatan gotong royong berlangsung dengan penuh semangat. Warga saling berbagi tugas agar proses pengeboran dapat diselesaikan lebih cepat. Suasana kebersamaan tampak begitu kental ketika masyarakat dari berbagai kalangan turut ambil bagian, mulai dari pemuda hingga tokoh masyarakat.

Program penyediaan air bersih melalui sumur bor dinilai memiliki manfaat besar karena mampu memberikan akses air yang lebih mudah, sehat, dan berkelanjutan. Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berpengaruh terhadap kesehatan, sanitasi, hingga aktivitas sehari-hari.

Keberadaan sumur bor nantinya diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air rumah tangga, sekaligus menjadi sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya apabila debit air mencukupi.

Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat terus terjaga. Melalui kerja sama yang solid, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat diatasi secara bersama-sama dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan kepedulian.

Kegiatan seperti ini juga menjadi wujud nyata peran Babinsa sebagai ujung tombak satuan teritorial yang selalu hadir di tengah masyarakat. Pendampingan terhadap berbagai kegiatan pembangunan desa diharapkan mampu mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga sekaligus mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Desa Siompin sendiri merupakan salah satu desa di Kecamatan Suro Makmur, Kabupaten Aceh Singkil. Peningkatan akses terhadap air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat guna mendukung kualitas hidup yang lebih baik. (*SP)
Baca selengkapnya

Jumat, 24 Juli 2026

Gotong Royong di Desa Takal Pasir, Personel Kodim 0109/Aceh Singkil dan Yon TP 597/LU Bersama Warga Tuntaskan Pengecoran Jembatan Beton

Gotong Royong di Desa Takal Pasir, Personel Kodim 0109/Aceh Singkil dan Yon TP 597/LU Bersama Warga Tuntaskan Pengecoran Jembatan Beton

ACEH SINGKIL – Semangat gotong royong kembali menjadi pemandangan yang menghangatkan di Desa Takal Pasir, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Di bawah terik matahari yang menyengat, personel TNI dari Kodim 0109/Aceh Singkil bersama prajurit Yon TP 597/LU dan masyarakat setempat bahu-membahu melaksanakan pengecoran lantai jembatan beton yang menjadi salah satu infrastruktur penting bagi warga desa, Jumat (24/7/2026).

Tanpa mengenal lelah, para prajurit dan masyarakat terlihat menyatu dalam setiap tahapan pekerjaan. Mulai dari mengangkut material, menyiapkan adukan beton, menuangkan campuran ke lantai jembatan, hingga meratakan permukaan cor agar menghasilkan konstruksi yang kuat, kokoh, dan memiliki kualitas terbaik. Keringat yang mengucur deras seolah menjadi bukti nyata semangat pengabdian dan kebersamaan yang terus terjaga.

Suasana di lokasi pembangunan dipenuhi aktivitas yang berlangsung sejak pagi. Seluruh personel bekerja dengan penuh disiplin dan ketelitian demi memastikan setiap proses pengecoran berjalan sesuai standar konstruksi. Di sela-sela panasnya cuaca, semangat gotong royong justru semakin terlihat ketika masyarakat turut mengambil bagian dalam setiap pekerjaan, menciptakan kolaborasi yang harmonis antara TNI dan rakyat.

Pengecoran lantai jembatan merupakan salah satu tahapan krusial dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Kualitas pekerjaan pada tahap ini akan menentukan kekuatan serta daya tahan jembatan yang nantinya menjadi akses utama masyarakat. Karena itu, setiap proses dilakukan secara cermat, mulai dari komposisi material hingga proses perataan permukaan beton.

Pembangunan jembatan beton di Desa Takal Pasir diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang lebih aman dan nyaman. Selama ini, mobilitas warga, terutama menuju kawasan perkebunan, pertanian, fasilitas pendidikan, maupun pelayanan kesehatan, masih menghadapi berbagai kendala. Kehadiran jembatan permanen diyakini akan memperlancar aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan ini menjadi gambaran nyata bahwa semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kontribusi langsung dalam pembangunan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan kebersamaan, saling membantu, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Personel TNI dan masyarakat saling berbagi tugas sehingga setiap tahapan pembangunan dapat berlangsung lebih efektif. Tidak ada sekat di antara mereka. Semua bergerak dengan tujuan yang sama, yakni menghadirkan jembatan yang kokoh dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kehadiran prajurit Kodim 0109/Aceh Singkil dan Yon TP 597/LU dalam pembangunan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan TNI terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Langkah ini sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fasilitas yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik.

Pembangunan jembatan beton di Desa Takal Pasir juga menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat Aceh Singkil. Semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat penyelesaian berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dengan progres pengecoran lantai yang terus berjalan, pembangunan jembatan diharapkan dapat selesai sesuai target sehingga segera difungsikan sebagai jalur penghubung yang aman, nyaman, dan mampu menunjang mobilitas masyarakat. Infrastruktur tersebut nantinya bukan hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi desa, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta membuka akses yang lebih mudah menuju berbagai fasilitas pelayanan publik.

Kerja keras yang ditunjukkan personel TNI bersama masyarakat di bawah terik matahari menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan material, tetapi juga oleh semangat kebersamaan, kepedulian, dan tekad untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi kehidupan masyarakat. Sinergi yang terus terjalin ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat sebagai kekuatan utama dalam membangun daerah. (*SP)
Baca selengkapnya