Kamis, 03 September 2026

Babinsa Koramil 0109-04/Simpang Kanan dan PLN Edukasi Warga Desa Pakiraman Soal Kelayakan Instalasi Listrik

Babinsa Koramil 0109-04/Simpang Kanan dan PLN Edukasi Warga Desa Pakiraman Soal Kelayakan Instalasi Listrik

ACEH SINGKIL – Upaya mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik terus dilakukan di tengah masyarakat. Babinsa Koramil 0109-04/Simpang Kanan, Serda Abdul Malik, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga Desa Pakiraman dan petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN), membahas kelayakan instalasi listrik serta pentingnya menjaga keamanan jaringan listrik di lingkungan rumah, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh instalasi listrik yang tidak memenuhi standar. Kondisi kabel yang sudah rusak, sambungan listrik yang tidak tepat, hingga penggunaan stop kontak secara berlebihan dapat memicu arus pendek yang berpotensi menyebabkan korsleting dan kebakaran.

Dalam kegiatan Komsos tersebut, Serda Abdul Malik bersama petugas PLN turut memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap instalasi listrik di rumah. Warga juga diingatkan untuk tidak melakukan penyambungan listrik secara sembarangan serta menggunakan perangkat dan material kelistrikan yang sesuai standar.

Menurut Serda Abdul Malik, keamanan instalasi listrik merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan. Pencegahan sejak dini jauh lebih baik dibandingkan harus menghadapi risiko kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian materi maupun korban jiwa.

“Instalasi listrik harus benar-benar diperhatikan. Kabel, sambungan, stop kontak, dan perangkat listrik lainnya perlu dipastikan dalam kondisi baik agar tidak menimbulkan arus pendek yang berujung pada korsleting,” kata Serda Abdul Malik.

Petugas PLN yang hadir juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan gangguan atau kondisi jaringan listrik yang berpotensi membahayakan. Pemeriksaan oleh tenaga yang memiliki kompetensi diperlukan untuk memastikan instalasi listrik tetap aman digunakan.

Melalui Komsos ini, Babinsa berharap terbangun kepedulian bersama antara masyarakat, aparat kewilayahan, dan pihak PLN dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dari ancaman kebakaran akibat korsleting listrik.

Langkah sederhana seperti memeriksa kondisi kabel secara berkala, menghindari penggunaan colokan bertumpuk, serta memastikan peralatan listrik dimatikan setelah digunakan menjadi bagian penting dari budaya keselamatan listrik di lingkungan masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kehadiran Babinsa dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan wilayah, tetapi juga dalam upaya mencegah berbagai potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan warga. (*Asp)
Baca selengkapnya

Sabtu, 15 Agustus 2026

Keringat di Bawah Terik Matahari, TNI Bersama Warga Bangun Kekuatan Jembatan Perintis

Keringat di Bawah Terik Matahari, TNI Bersama Warga Bangun Kekuatan Jembatan Perintis

ACEH SINGKIL — Terik matahari tak menyurutkan semangat personel TNI bersama masyarakat Desa Cibubukan, Kecamatan Simpang Kanan. Dengan tenaga dan kekompakan yang terus terjaga, personel Kodim 0109/Aceh Singkil, Yon TP 957/LU, dan masyarakat bahu-membahu melaksanakan pengecoran abutmen pegangan blok angkur tepi di sekitar Jembatan Perintis, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Di tengah panas yang menyengat, para personel dan warga tetap bekerja tanpa mengenal lelah. Material bangunan diangkut, diolah, kemudian dituangkan secara bergotong royong untuk memperkuat bagian abutmen jembatan.

Pengecoran abutmen menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan dan penguatan struktur jembatan. Pekerjaan ini membutuhkan ketelitian, tenaga, serta kekompakan agar konstruksi yang dihasilkan mampu memberikan dukungan yang kuat dan aman bagi keberadaan Jembatan Perintis.

Semangat gotong royong terlihat jelas dalam setiap tahapan pekerjaan. Tidak ada sekat antara personel TNI dan masyarakat. Semua mengambil bagian sesuai kemampuan, menciptakan suasana kerja yang solid sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.

Bagi masyarakat Desa Cibubukan, keberadaan Jembatan Perintis memiliki arti penting dalam menunjang aktivitas dan mobilitas sehari-hari. Karena itu, proses pengerjaan jembatan mendapat dukungan penuh dari warga yang turut terlibat secara langsung.

Panas matahari menjadi saksi bagaimana kebersamaan mampu mengubah pekerjaan berat menjadi lebih ringan. Keringat yang jatuh di lokasi pengecoran menjadi gambaran nyata semangat pengabdian, kepedulian, dan gotong royong dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang material dan konstruksi, tetapi juga tentang kekuatan kebersamaan. Ketika TNI dan masyarakat bergerak dalam satu semangat, pekerjaan yang berat pun dapat diselesaikan dengan penuh ketekunan demi kepentingan bersama. (*SP)
Baca selengkapnya

Selasa, 11 Agustus 2026

Jembatan Perintis Desa Serasah Terus Dikebut, Pemasangan Mal Angkur Jadi Tahap Penting Penguatan Struktur

Jembatan Perintis Desa Serasah Terus Dikebut, Pemasangan Mal Angkur Jadi Tahap Penting Penguatan Struktur

ACEH SINGKIL – Pembangunan Jembatan Perintis yang menghubungkan Desa Cibubukan dengan Desa Serasah, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, terus menunjukkan perkembangan. Setelah melalui sejumlah tahapan pekerjaan pondasi dan pengecoran, proses pembangunan kini memasuki bagian penting berupa pemasangan mal angkur sebagai persiapan penguatan struktur jembatan, Selasa (11/8/2026).

Pemasangan mal angkur menjadi salah satu tahapan yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Bagian ini berkaitan erat dengan ketepatan posisi serta pembentukan struktur yang nantinya menjadi bagian penting dari sistem penahan jembatan.

Di tengah kondisi medan yang tidak mudah, pekerjaan tersebut terus dilakukan secara bertahap oleh personel TNI bersama masyarakat. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan jembatan yang selama ini dinantikan warga kedua desa.

Pembangunan jembatan penghubung Cibubukan-Serasah memang memiliki tantangan tersendiri. Akses menuju lokasi pekerjaan tidak mudah, sementara distribusi material membutuhkan tenaga dan waktu lebih karena sebagian material harus melewati aliran sungai menggunakan perahu sebelum dibawa menuju titik pembangunan. Kondisi tersebut sebelumnya juga menjadi bagian dari tahapan awal pembangunan jembatan.

Kini, setelah material berhasil didistribusikan dan pekerjaan pondasi mulai terbentuk, fokus pekerjaan bergeser pada penguatan struktur. Pemasangan mal angkur menjadi tanda bahwa pembangunan terus bergerak menuju tahapan konstruksi yang semakin menentukan.

Menentukan Ketepatan Struktur

Dalam pekerjaan konstruksi jembatan, ketepatan pemasangan bagian-bagian pendukung struktur memiliki peranan penting. Mal digunakan sebagai acuan pembentukan dan penempatan bagian konstruksi agar berada pada posisi yang sesuai dengan perencanaan.

Pada pembangunan Jembatan Perintis Cibubukan-Serasah, pemasangan mal angkur menjadi salah satu pekerjaan yang membutuhkan ketelitian. Setiap bagian harus dipersiapkan dengan baik sebelum pekerjaan konstruksi berikutnya dilanjutkan.

Tahapan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga membutuhkan ketelitian agar setiap bagian struktur dapat terpasang secara tepat.

Sebelumnya, pembangunan jembatan telah memasuki pekerjaan pondasi dan pengecoran tiang. Perkembangan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk struktur utama jembatan yang nantinya akan menghubungkan dua wilayah yang selama ini dipisahkan oleh aliran sungai. (*SP)
Baca selengkapnya

Senin, 10 Agustus 2026

Babinsa Hadir di Tengah Warga Lae Nipe, Dorong Perangkat Desa Bantu Pengurusan Akta Kelahiran

Babinsa Hadir di Tengah Warga Lae Nipe, Dorong Perangkat Desa Bantu Pengurusan Akta Kelahiran

ACEH SINGKIL – Kepedulian terhadap tertib administrasi kependudukan terus menjadi perhatian aparat kewilayahan dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 0109-04/Simpang Kanan, Kopda Sukandi Tumangger, yang melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama masyarakat dan perangkat Desa Lae Nipe, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, Senin (10/8/2026).

Kegiatan Komsos tersebut menjadi momentum bagi Babinsa untuk mempererat hubungan silaturahmi sekaligus menggali berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan administrasi kependudukan.

Dalam kesempatan tersebut, Kopda Sukandi Tumangger mengimbau kepada perangkat Desa Lae Nipe agar lebih proaktif dalam melakukan pendataan terhadap masyarakat yang hingga saat ini belum memiliki akta kelahiran.

Pendataan tersebut dinilai penting sebagai langkah awal untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat dalam memperoleh dokumen administrasi kependudukan yang menjadi bagian penting dari identitas dan kepastian hukum setiap warga negara.

Kopda Sukandi Tumangger menyampaikan bahwa keberadaan akta kelahiran tidak hanya berkaitan dengan pencatatan identitas seseorang, tetapi juga memiliki manfaat dalam mendukung berbagai kebutuhan administrasi masyarakat. Karena itu, warga yang belum memiliki akta kelahiran diharapkan dapat segera didata oleh perangkat desa sehingga dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme pelayanan administrasi kependudukan yang berlaku.

“Perangkat desa diharapkan segera mendata masyarakat yang belum mempunyai akta kelahiran. Dengan adanya pendataan tersebut, warga yang belum memiliki dokumen tersebut dapat diketahui dan selanjutnya dibantu dalam proses pembuatannya,” ujar Kopda Sukandi Tumangger.

Menurutnya, pemerintah desa memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh pelayanan administrasi secara mudah dan tertib. Dengan data yang akurat, perangkat desa dapat mengetahui kondisi administrasi kependudukan warganya sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam pengurusan dokumen.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menganggap administrasi kependudukan sebagai persoalan sepele. Kelengkapan dokumen kependudukan menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena dapat dibutuhkan ketika mengurus berbagai keperluan pelayanan publik.

Akta kelahiran sendiri merupakan dokumen yang memberikan pengakuan terhadap identitas dan status hukum seseorang. Ditjen Dukcapil Kemendagri menjelaskan bahwa kepemilikan akta kelahiran berkaitan dengan perlindungan, pengakuan, serta kepastian hukum atas identitas seseorang.

Dalam kegiatan tersebut, Kopda Sukandi Tumangger juga mendorong perangkat Desa Lae Nipe agar terus membangun komunikasi dengan masyarakat. Apabila ditemukan warga yang belum memiliki akta kelahiran, perangkat desa diharapkan dapat memberikan informasi dan membantu mengarahkan warga agar proses pengurusan dapat dilakukan sesuai ketentuan.

Langkah sederhana melalui pendataan tersebut diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini mengalami kendala atau belum mengetahui pentingnya memiliki dokumen administrasi kependudukan.

Kegiatan Komsos yang dilakukan Babinsa bukan hanya menjadi sarana untuk menjaga komunikasi antara TNI dan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk mengetahui secara langsung berbagai kondisi sosial yang berkembang di wilayah binaan.

Kopda Sukandi Tumangger menegaskan bahwa Babinsa akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dan membantu mencarikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dapat menghambat pelayanan maupun kesejahteraan warga.

Melalui sinergi antara Babinsa, perangkat desa dan masyarakat, diharapkan tertib administrasi kependudukan di Desa Lae Nipe semakin baik. Pendataan warga yang belum memiliki akta kelahiran juga diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sehingga masyarakat memperoleh haknya atas dokumen kependudukan secara tertib dan sesuai prosedur.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen aparat kewilayahan untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang aktif, kepedulian terhadap persoalan warga, serta dukungan terhadap berbagai program pelayanan pemerintahan di tingkat desa.

Dengan terjalinnya koordinasi yang baik antara Babinsa, perangkat desa dan masyarakat, berbagai persoalan administrasi maupun sosial di wilayah binaan diharapkan dapat diidentifikasi lebih cepat dan dicarikan solusi secara bersama-sama. (*SP)
Baca selengkapnya

Kamis, 06 Agustus 2026

Babinsa Singkohor Perkuat Sinergi Kesehatan, Dampingi Posyandu Balita, Ibu Hamil dan Menyusui di Gedung Posyandu Kasih Ibu

Babinsa Singkohor Perkuat Sinergi Kesehatan, Dampingi Posyandu Balita, Ibu Hamil dan Menyusui di Gedung Posyandu Kasih Ibu

Aceh Singkil – Komitmen TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata di wilayah binaan. Salah satunya ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 0109-06/Singkohor Sertu Hardy Sulistyo, yang melaksanakan pendampingan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di Gedung Posyandu Kasih Ibu, Desa Lae Pinang, Kecamatan Singkohor, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, perangkat desa, serta masyarakat yang datang membawa balita maupun melakukan pemeriksaan kehamilan. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar sekaligus memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Sejak pagi, para ibu bersama balitanya tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelayanan. Mulai dari proses pendaftaran, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan status gizi, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, hingga pemberian vitamin serta edukasi mengenai pentingnya menjaga pola makan bergizi dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Sertu Hardy Sulistyo turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan dengan mendampingi para kader Posyandu, mengatur ketertiban peserta, serta memberikan motivasi kepada para orang tua agar rutin membawa anak-anak mereka mengikuti Posyandu setiap bulan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan generasi penerus bangsa, khususnya dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta anak. Pendampingan Babinsa pada kegiatan Posyandu merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat yang berfokus pada pemantauan tumbuh kembang balita, kesehatan ibu hamil, dan ibu menyusui.

Pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas membantu kelancaran kegiatan, tetapi juga mempererat komunikasi antara aparat kewilayahan dengan masyarakat. Melalui interaksi tersebut, Babinsa dapat mengetahui berbagai kondisi sosial di wilayah binaannya sekaligus memberikan dorongan kepada warga agar semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kegiatan Posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam mendeteksi secara dini kondisi kesehatan balita maupun ibu hamil. Dengan pemantauan rutin, berbagai risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya dapat dilakukan secara tepat. Posyandu juga menjadi sarana edukasi bagi para orang tua mengenai pemenuhan gizi, pemberian ASI, imunisasi, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Transformasi Posyandu juga memperkuat perannya sebagai pusat layanan masyarakat berbasis siklus hidup dan pemberdayaan warga.

Kolaborasi antara Babinsa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.

Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan, Koramil 0109-06/Singkohor menunjukkan bahwa tugas Babinsa tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan dan keamanan wilayah, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.

Semangat kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan Posyandu Kasih Ibu Desa Lae Pinang menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan seluruh elemen, diharapkan lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia yang semakin maju. (*SP)
Baca selengkapnya

Rabu, 05 Agustus 2026

Kedai Kopi Jadi Ruang Silaturahmi, Babinsa Koramil Simpang Kanan Perkuat Sinergi dengan Warga Desa Cibubukan

Kedai Kopi Jadi Ruang Silaturahmi, Babinsa Koramil Simpang Kanan Perkuat Sinergi dengan Warga Desa Cibubukan

Aceh Singkil – Suasana santai di sebuah kedai kopi milik warga Desa Cibubukan, Kecamatan Simpang Kanan, menjadi ruang yang penuh makna saat Babinsa Koramil 0109-04/Simpang Kanan, Serma Syafnir, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana akrab itu menjadi bagian dari upaya TNI AD melalui aparat kewilayahan untuk terus mempererat hubungan dengan masyarakat. Melalui dialog yang berlangsung tanpa sekat, berbagai persoalan dan perkembangan situasi di lingkungan desa dibahas secara terbuka, mulai dari kondisi keamanan, kebersihan lingkungan, hingga semangat menjaga kebersamaan antarwarga.

Bagi seorang Babinsa, kedai kopi bukan sekadar tempat menikmati secangkir minuman, melainkan ruang berkumpul yang efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat. Interaksi yang berlangsung secara alami dinilai mampu membangun komunikasi dua arah yang lebih terbuka sehingga setiap informasi maupun persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat diketahui sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Serma Syafnir mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan desa yang aman, nyaman, dan kondusif.

Selain itu, masyarakat juga diajak agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman yang dapat mengganggu persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas warga mendapat sambutan positif. Suasana penuh keakraban membuat berbagai masukan dan harapan masyarakat dapat tersampaikan secara langsung. Pendekatan humanis seperti ini menjadi salah satu kekuatan pembinaan teritorial yang terus dijalankan TNI dalam menjaga kedekatan dengan rakyat.

Melalui kegiatan komunikasi sosial yang rutin dilaksanakan, Babinsa tidak hanya menjalankan tugas pembinaan wilayah, tetapi juga memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa. Kedekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan stabilitas keamanan sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekitar.

Komunikasi sosial yang dilakukan Serma Syafnir menjadi bukti bahwa membangun hubungan dengan masyarakat tidak selalu dilakukan melalui kegiatan formal. Percakapan sederhana di kedai kopi justru mampu menghadirkan solusi, mempererat silaturahmi, dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi utama menjaga ketahanan wilayah. (*SP)
Baca selengkapnya
Komsos Humanis Babinsa di Desa Sidorejo, Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat Saat Cuaca Ekstrem

Komsos Humanis Babinsa di Desa Sidorejo, Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat Saat Cuaca Ekstrem

ACEH SINGKIL – Komitmen TNI Angkatan Darat melalui aparat kewilayahan dalam membangun kedekatan dengan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan komunikasi sosial (komsos). Salah satunya dilakukan Babinsa Koramil 0109-03/Gunung Meriah Koptu Dedi Nasprianto, yang melaksanakan kegiatan komsos bersama masyarakat di Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dilaksanakan Babinsa sebagai upaya mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dalam suasana penuh keakraban, Koptu Dedi Nasprianto berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan berbagai kondisi yang berkembang di lingkungan desa serta memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca yang kini telah memasuki musim penghujan.

Musim hujan yang mulai melanda sejumlah wilayah dinilai memerlukan perhatian bersama karena berpotensi meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Perubahan cuaca yang tidak menentu dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun apabila masyarakat tidak menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui komunikasi yang berlangsung secara santai dan penuh kekeluargaan, Babinsa mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan pribadi maupun keluarga. Masyarakat diimbau mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, beristirahat yang cukup, serta tetap menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit yang kerap muncul saat musim hujan.

Selain itu, warga juga diajak membersihkan saluran air di sekitar permukiman agar tidak tersumbat oleh sampah maupun endapan yang dapat memicu genangan. Lingkungan yang bersih diharapkan mampu meminimalkan berkembangnya bibit penyakit sekaligus mengurangi potensi terjadinya banjir akibat tingginya curah hujan.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari warga Desa Sidorejo. Selain memberikan rasa aman, kegiatan komsos dinilai menjadi sarana yang efektif dalam mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Melalui dialog secara langsung, berbagai informasi mengenai kondisi wilayah dapat diketahui lebih dini sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.

Komunikasi sosial juga menjadi salah satu media yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dengan hubungan yang harmonis antara Babinsa dan warga, berbagai program pembinaan wilayah dapat berjalan lebih optimal.

Sebagai aparat teritorial, Babinsa tidak hanya berperan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga aktif memberikan motivasi, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Pendekatan humanis melalui kegiatan komsos menjadi wujud nyata pengabdian TNI dalam membantu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara TNI dan rakyat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan, terutama di tengah kondisi cuaca yang telah memasuki musim hujan. Dengan tubuh yang sehat, lingkungan yang bersih, dan semangat gotong royong yang terus terpelihara, masyarakat Desa Sidorejo diharapkan mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman, dan produktif. (*SP)
Baca selengkapnya
Penuh Semangat, Prajurit Seberangkan Karung Sirtu Menggunakan Perahu Mesin Bangun Jembatan Perintis

Penuh Semangat, Prajurit Seberangkan Karung Sirtu Menggunakan Perahu Mesin Bangun Jembatan Perintis

ACEH SINGKIL – Semangat gotong royong dan dedikasi prajurit TNI kembali terlihat dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Singkil. Personel Kodim 0109/Aceh Singkil bersama prajurit Yon TP 957/LU bahu-membahu menyeberangkan material bangunan jembatan perintis berupa pasir dan batu (sirtu) yang telah dikemas menggunakan karung, lalu diangkut dengan perahu mesin menuju lokasi pembangunan, Rabu (5/8/2026).

Aktivitas tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan perintis yang diharapkan mampu membuka akses transportasi masyarakat. Medan yang sulit dijangkau kendaraan darat membuat jalur sungai menjadi satu-satunya pilihan untuk mendistribusikan material konstruksi.

Sejak pagi, para personel TNI telah bekerja secara bergantian mengangkat karung-karung berisi sirtu dari titik penampungan menuju perahu mesin. Material kemudian disusun secara rapi agar tetap seimbang selama proses penyeberangan. Setibanya di seberang sungai, seluruh muatan kembali dipikul secara manual menuju lokasi pembangunan jembatan.

Pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga ekstra mengingat berat setiap karung serta kondisi medan yang licin dan menantang. Meski demikian, semangat para prajurit tidak surut. Kekompakan antarpersonel terlihat dalam setiap proses pemindahan material, mulai dari pengangkutan, penyeberangan hingga pembongkaran.

Penyeberangan material menggunakan perahu mesin menjadi solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan akses menuju lokasi pembangunan. Cara ini dinilai mampu menjaga kelancaran distribusi material sehingga pekerjaan pembangunan jembatan tetap berjalan sesuai target.

Keberadaan jembatan perintis nantinya diharapkan menjadi penghubung penting bagi masyarakat yang selama ini harus melewati jalur sungai atau memutar dengan jarak yang lebih jauh. Infrastruktur tersebut diyakini akan memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pedalaman.

Keterlibatan personel Kodim 0109/Aceh Singkil bersama Yon TP 957/LU menunjukkan bahwa TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan negara, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan di daerah. Melalui karya nyata di lapangan, prajurit membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi masyarakat, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.

Sinergi yang terjalin selama proses pembangunan menjadi gambaran kuat tentang semangat kebersamaan dalam mewujudkan pemerataan pembangunan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan harapan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

Dengan terus berlangsungnya distribusi material, pembangunan jembatan perintis diharapkan dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Akses yang semakin baik diyakini akan membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan, mempercepat konektivitas antarwilayah, serta memperkuat roda perekonomian masyarakat pedalaman Aceh Singkil. (*SP)
Baca selengkapnya

Selasa, 04 Agustus 2026

Personel TNI Bersama Warga Rawat Jembatan Aramco, Besi Kupingan Dicat Demi Keselamatan Pengguna Jalan

Personel TNI Bersama Warga Rawat Jembatan Aramco, Besi Kupingan Dicat Demi Keselamatan Pengguna Jalan

Aceh Singkil – Semangat gotong royong kembali terlihat di Kabupaten Aceh Singkil. Personel Kodim 0109/Aceh Singkil bersama prajurit Yon TP 597/LU dan masyarakat bahu-membahu melaksanakan pengecatan besi kupingan Jembatan Aramco yang berada di Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga infrastruktur agar tetap kokoh, aman, dan memiliki nilai estetika. Sejak pagi hari, personel TNI dan masyarakat telah berkumpul dengan membawa perlengkapan kerja. Proses pengecatan dilakukan secara bertahap pada bagian besi kupingan jembatan yang selama ini menjadi salah satu penyangga sekaligus pelindung konstruksi.

Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai jalannya pekerjaan. Prajurit TNI dan warga saling berbagi tugas, mulai dari membersihkan permukaan besi, mengamplas bagian yang mulai berkarat, hingga melakukan pengecatan secara merata agar hasilnya lebih maksimal dan tahan lama.

Jembatan Aramco merupakan salah satu akses penting yang setiap hari dilintasi masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas antardesa. Kondisi jembatan yang terawat menjadi kebutuhan bersama karena berperan besar dalam memperlancar konektivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Singkil Utara.

Kolaborasi antara Kodim 0109/Aceh Singkil, Yon TP 597/LU, dan masyarakat menunjukkan bahwa pemeliharaan fasilitas umum tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat menjadi wujud nyata pengabdian sekaligus mempererat hubungan antara aparat dengan warga.

Pengecatan dilakukan dengan memperhatikan kualitas pekerjaan agar lapisan cat mampu melindungi besi dari pengaruh cuaca dan korosi. Selain memperpanjang usia konstruksi, tampilan jembatan juga menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman dipandang oleh setiap pengguna jalan.

Warga yang ikut bergotong royong tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kebersamaan yang terjalin mencerminkan budaya gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Aceh Singkil. Semangat saling membantu tersebut menjadi modal penting dalam menjaga berbagai fasilitas umum agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Bagi Kodim 0109/Aceh Singkil, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang terus dilakukan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran prajurit di lapangan tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kepentingan sosial kemasyarakatan.

Sinergi yang terbangun bersama Yon TP 597/LU semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam menyelesaikan pekerjaan. Dengan mengedepankan kerja sama, setiap tahapan pengecatan dapat diselesaikan secara efektif dan penuh rasa tanggung jawab.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum semakin meningkat. Infrastruktur yang terawat tidak hanya memberikan rasa aman bagi pengguna jalan, tetapi juga mencerminkan kepedulian seluruh elemen terhadap aset yang dimiliki bersama.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI dan masyarakat di Jembatan Aramco menjadi gambaran bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam membangun daerah. Ketika aparat dan masyarakat bergerak bersama, berbagai pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, sekaligus memperkuat persatuan serta kepedulian terhadap lingkungan di Kabupaten Aceh Singkil. (*SP)
Baca selengkapnya

Senin, 03 Agustus 2026

Gotong Royong Jadi Kekuatan Warga Siompin, Babinsa Koramil Suro Makmur Hadir Wujudkan Akses Air yang Lebih Baik

Gotong Royong Jadi Kekuatan Warga Siompin, Babinsa Koramil Suro Makmur Hadir Wujudkan Akses Air yang Lebih Baik

ACEH SINGKIL – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat kembali terlihat di Desa Siompin, Kecamatan Suro Makmur. Babinsa Koramil 0109-08/Suro Makmur, Koptu Wage, bersama warga setempat melaksanakan kegiatan gotong royong pemasangan tower dan tandon penampungan air sebagai upaya mendukung ketersediaan sarana air bagi masyarakat, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan. Sejak pagi, Babinsa bersama warga bahu-membahu mempersiapkan berbagai kebutuhan pemasangan, mulai dari menyiapkan lokasi, merakit rangka tower, hingga melakukan pemasangan tandon penampungan air agar dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata peran TNI di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga ikut membantu mengatasi berbagai kebutuhan dasar warga melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Dengan penuh semangat, Koptu Wage bersama warga saling membantu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Tidak terlihat adanya jarak antara aparat dan masyarakat, seluruh proses dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan nilai gotong royong yang menjadi budaya masyarakat Indonesia.

Pembangunan sarana penampungan air ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi warga Desa Siompin, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Keberadaan tower dan tandon tersebut akan membantu sistem penyimpanan dan pendistribusian air agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.

Melalui kegiatan gotong royong ini, hubungan antara Babinsa dan masyarakat semakin erat. Babinsa tidak hanya hadir sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang turut merasakan dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di lingkungan binaannya.

Koptu Wage menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Menurutnya, pembangunan fasilitas masyarakat akan lebih cepat dan mudah terlaksana apabila dilakukan dengan kerja sama serta semangat kebersamaan.

"Gotong royong merupakan kekuatan utama dalam membangun desa. Dengan kebersamaan antara Babinsa dan warga, berbagai kebutuhan masyarakat dapat kita selesaikan bersama," menjadi semangat yang terus dikembangkan dalam setiap kegiatan di wilayah binaan.

Warga Desa Siompin juga menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka merasa terbantu dengan adanya perhatian dan pendampingan dari Babinsa Koramil 0109-08/Suro Makmur yang selalu hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Selain membantu pembangunan fasilitas umum, kegiatan gotong royong seperti ini juga memperkuat rasa persatuan dan kepedulian antarwarga. Interaksi langsung antara Babinsa dan masyarakat menjadi sarana membangun komunikasi yang baik serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pemasangan tower dan tandon penampungan air di Desa Siompin menjadi salah satu contoh nyata bahwa kerja sama antara aparat dan masyarakat mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan warga. Semangat gotong royong yang terus dijaga diharapkan dapat menjadi modal penting dalam mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Suro Makmur ke depan. (*SP)
Baca selengkapnya