![]() |
| Babinsa Koramil 0109-03/Gunung Meriah, bersama para petani hortikultura desa tersebut, melaksanakan kegiatan pemberian pupuk organik di lahan pertanian cabai |
Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh semangat oleh Serda Dedi Kanto, yang tak henti-hentinya mendampingi para petani dalam menjalankan proses persiapan lahan. "Pupuk organik ini sangat penting untuk menjaga kualitas tanah agar tetap subur dan sehat, terutama untuk tanaman cabai yang sangat membutuhkan nutrisi yang tepat," ujar salah satu petani setempat. Serda Dedi Kanto juga menyampaikan bahwa penggunaan pupuk organik menjadi solusi yang efektif untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya kian melonjak.
Kehadiran Babinsa di tengah-tengah para petani memberikan dampak positif, tak hanya dari segi motivasi tetapi juga pengetahuan. Serda Dedi Kanto secara aktif memberikan edukasi tentang pentingnya pertanian berkelanjutan dan cara penggunaan pupuk organik secara benar. Ia menekankan bahwa pupuk organik tidak hanya bermanfaat bagi tanaman tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem lahan pertanian.
"Pendampingan yang kami lakukan ini sejalan dengan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah. Dengan metode pertanian yang lebih alami, kami berharap dapat membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga lingkungan sekitar," terang Serda Dedi Kanto. Dalam kesempatan ini, ia juga mendorong agar para petani terus belajar dan terbuka terhadap teknologi pertanian yang ramah lingkungan.
Para petani desa Tanah Bara merespons dengan antusias langkah yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 03/Gunung Meriah ini. Menurut mereka, penggunaan pupuk organik sudah terbukti memberikan hasil yang baik pada tanaman hortikultura seperti cabai. Cabai yang ditanam dengan pupuk organik memiliki kualitas yang lebih baik, tahan terhadap hama, dan bisa bertahan lebih lama. Hal ini tentu saja memberikan keuntungan dari segi ekonomi, mengingat cabai adalah komoditas dengan permintaan yang selalu tinggi di pasaran.
Selain itu, melalui pendampingan ini, para petani juga diajarkan untuk membuat pupuk organik secara mandiri dari limbah pertanian dan kotoran ternak. Ini merupakan langkah nyata untuk mengurangi biaya produksi sekaligus mendukung pola pertanian yang lebih ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar, para petani dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk-pupuk kimia yang kerap kali menjadi beban biaya yang cukup besar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Babinsa Koramil 03/Gunung Meriah dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa. Kolaborasi antara TNI dan petani ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut, serta memberikan contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan.
Langkah-langkah yang diambil ini juga sejalan dengan arahan pimpinan TNI yang selalu mendorong anggotanya untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, membantu menyelesaikan permasalahan, dan menjadi bagian dari solusi, khususnya dalam bidang ketahanan pangan. Pertanian menjadi salah satu sektor yang sangat diperhatikan karena perannya yang vital dalam menjaga kestabilan ekonomi dan sosial masyarakat.
Kolaborasi antara Babinsa Koramil 03/Gunung Meriah dengan para petani hortikultura ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara pemerintah dan masyarakat bisa memberikan dampak signifikan dalam mendorong kemajuan pertanian. (*Singkil Post)

