Selasa, 31 Desember 2024

Optimalisasi Lahan Pekarangan: Babinsa Koramil 0109-06/Singkohor Dukung Pelatihan Ketahanan Pangan di Desa Lae Pinang

Babinsa Koramil 0109-06/Singkohor, Sertu Hardy Sulistyo, menghadiri kegiatan pelatihan bertema "Ketahanan Pangan dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan" yang digelar di Gedung Pertemuan Desa Lae Pinang,
ACEH SINGKIL, Singkohor, 30 Desember 2024 - Babinsa Koramil 0109-06/Singkohor, Sertu Hardy Sulistyo, menghadiri kegiatan pelatihan bertema "Ketahanan Pangan dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan" yang digelar di Gedung Pertemuan Desa Lae Pinang, Kecamatan Singkohor. Acara ini menjadi momentum strategis untuk mendorong optimalisasi lahan pekarangan sebagai solusi dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, kelompok tani, dan tokoh masyarakat setempat. Fokus utama pelatihan adalah memberikan pemahaman dan keterampilan kepada warga dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif untuk menanam tanaman pangan, sayuran, hingga tanaman obat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali dengan teori dan praktik terkait teknik bercocok tanam yang ramah lingkungan, penggunaan pupuk organik, serta strategi pengelolaan hasil panen. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kemandirian pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Sertu Hardy Sulistyo menyampaikan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan TNI dalam mendukung program ketahanan pangan. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan sinergi untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari implementasi program pemerintah yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. Kecamatan Singkohor, yang memiliki potensi besar di sektor agraris, dianggap sebagai wilayah strategis untuk pengembangan program ketahanan pangan berbasis komunitas.

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif dan demonstrasi lapangan, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan ilmu yang mereka peroleh. Tidak hanya itu, peserta juga diajak untuk berdiskusi tentang pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan melalui praktik pertanian yang bertanggung jawab.

Pelatihan ini tidak hanya menjadi momen pembelajaran, tetapi juga sebagai ajang mempererat hubungan antara masyarakat dan TNI, khususnya melalui peran aktif Babinsa dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. (*Singkil Post)

Bagikan

Jangan lewatkan

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.