![]() |
| Babinsa Koramil 0109-03/Gunung Meriah, Serma Ali Ansari, dalam upaya memperkuat sinergi antara aparat teritorial dengan instansi terkait dan masyarakat. Bertempat di kantor Desa Blok VI Baru |
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat dan keakraban, menggambarkan komitmen TNI AD, khususnya Babinsa, dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pendampingan intensif kepada para petani. Dalam forum itu, berbagai permasalahan yang dihadapi petani lokal dibahas secara terbuka, termasuk kendala teknis, akses pupuk, hingga pola tanam yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Serma Ali Ansari memfasilitasi jalannya diskusi sambil menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah desa, dan penyuluh pertanian agar program P2B dapat berjalan optimal. Menurutnya, peran Babinsa tidak hanya terbatas pada aspek keamanan dan kewilayahan, namun juga sebagai penggerak pembangunan di sektor strategis seperti pertanian.
Penyuluh pertanian yang hadir dalam pertemuan itu memaparkan sejumlah langkah konkret dalam mendukung implementasi program P2B, seperti penyediaan benih unggul, pendampingan teknis, serta pemantauan berkala terhadap progres tanam. Dalam penjelasannya, disampaikan pula bahwa Program P2B bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi lahan, termasuk optimalisasi lahan tidur yang selama ini belum tergarap maksimal.
Tak hanya menyerap aspirasi, Serma Ali Ansari juga turut memberikan pemahaman kepada para petani tentang pentingnya menjaga semangat gotong royong dan kemandirian desa. Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan sektor pertanian merupakan tulang punggung bagi kestabilan sosial dan ekonomi di tingkat lokal.
Dengan semakin intensifnya sinergi antara Babinsa dan penyuluh pertanian, diharapkan program-program ketahanan pangan yang digulirkan pemerintah pusat dapat terimplementasi secara merata hingga ke desa-desa. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat menjadi simbol nyata dari hadirnya negara dalam mendukung kesejahteraan rakyat melalui pendekatan humanis, edukatif, dan solutif.
Kegiatan di Desa Blok VI Baru ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana aparatur negara di level bawah mampu menjalankan tugas secara adaptif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Semangat kolaborasi yang tercermin dalam pertemuan ini diyakini akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan kemandirian desa berbasis pertanian yang berkelanjutan. (*Singkil Post)

