![]() |
| Anggota Koramil 0109-02/Singkil bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Teuku Umar (UTU) melakukan pembibitan pohon mangrove |
Kegiatan ini bukan hanya sekedar aksi penanaman pohon, melainkan sebuah gerakan nyata untuk mengembalikan dan menjaga keseimbangan ekosistem mangrove yang memiliki peranan krusial dalam melindungi garis pantai dari erosi, menyediakan habitat bagi berbagai spesies, serta berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim.
Anggota Koramil 02/Singkil, yang dipimpin oleh Bati Tuud Peltu Asep Zemi, bersama dengan mahasiswa KKN UTU, menunjukkan sinergi yang luar biasa dalam melaksanakan kegiatan pembibitan ini. Mereka tidak hanya terlibat dalam proses penanaman, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat setempat mengenai pentingnya menjaga kelestarian mangrove.
Proses pembibitan dimulai dengan persiapan lahan yang dilakukan secara gotong-royong. Para peserta kegiatan terlihat antusias dan penuh semangat dalam setiap tahapannya, mulai dari pengumpulan bibit, penyiapan media tanam, hingga proses penanaman bibit. Selain itu, mereka juga diberikan pelatihan mengenai teknik pembibitan yang benar untuk memastikan bahwa bibit-bibit tersebut dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang.
Mahasiswa KKN UTU yang terlibat dalam kegiatan ini merasa mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Mereka tidak hanya belajar tentang teknik pembibitan dan penanaman mangrove, tetapi juga merasakan langsung bagaimana pentingnya peran masyarakat dan aparat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ditempat terpisah, Komandan Koramil 02/Singkil Kapten Inf Bambang Supriyadi, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa KKN UTU yang telah berinisiatif dan bekerja keras dalam kegiatan ini. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus digalakkan agar kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat di kalangan masyarakat.
Kegiatan pembibitan pohon mangrove ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi bagi masyarakat Desa Gosong Telaga Barat. Dengan ekosistem mangrove yang terjaga, masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada dengan lebih bijak, serta meminimalisir dampak dari bencana alam seperti banjir dan abrasi pantai.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kerjasama dan kepedulian bersama, upaya pelestarian lingkungan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. (*Singkil Post)

